Bubarkan Geng Pelajar Hendak Tawuran, Polisi Amankan Sejumlah Sajam
Peristiwa

Bubarkan Geng Pelajar Hendak Tawuran, Polisi Amankan Sejumlah Sajam

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Tujuh pelajar SMP Negeri di Kecamatan Bagelen diamankan oleh pihak keamanan Polsek Bagelen. Pasalnya, pelajar yang mengatasnamakan geng Spentulas tersebut diduga akan melakukan tawuran dengan sesama pelajar sekolah lain.

Kanit intel Polsek Bagelen, Aiptu Puji Yuwono mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan setelah mendapatkan informasi bahwa akan ada rencana pertemuan antar geng pelajar dari Kecamatan Bagelen dan geng pelajar dari sekolah di Kecamatan Bener. Kedua geng pelajar itu diduga akan melakukan tawuran di Pantai Jatimalang Kecamatan Purwodadi.

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 Desember lalu, kami mengamankan tujuh siswa berinisial F J kelas 9, R G kelas 8, H kelas 9, G kelas 8, F kelas 9, R kelas 9 dan Z kelas 8. Dengan barang bukti berupa senjata tajam pedang, sabit dan gir yang diduga akan digunakan untuk tindak kriminal,” katanya, Jumat (13/12).


Pihak kepolisian memberikan arahan dan himbauan kepada para siswa dengan berkoordinasi kepada pihak sekolah agar para siswa tersebut tidak mengulangi tindakan yang melanggar aturan tersebut. 

Sementara itu, menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto, mengatakan bahwa pihaknya juga telah mendapatkan laporan kejadian tersebut dan menurutnya adalah faktor kurangnya pendampingan.

Saya telah mendapatkan laporan itu, dan sudah saya koordinasikan dengan kepala sekolahnya. Kejadian tersebut sudah ditindak oleh Polisi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, kata Sukmo.

Ia menambahkan, para murid kelas 8 dan 9 tersebut telah diberi pembinaan dan telah dikomunikasikan dengan orang tua masing-masing. Rata-rata anak tersebut kurang perhatian dari orang tua yang bekerja di luar kota.

Akan tetapi seharusnya pendidikan ini adalah tanggungjawab kita bersama, antara pemerintah, masyarakat dan keluarga. Maka semua pihak harus peduli seperti kasus ini,” tuturnya.

Sukmo berharap agar kejadian semacam itu tak terulang lagi, karena akan mencoreng nama baik sekolah dan lebih umum dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Purworejo.